Advertisement
Advertisement

Peneliti Kembangkan Kalkulator Penghitung Umur Manusia

Hantoro , Jurnalis-Senin, 07 September 2020 |14:31 WIB
Peneliti Kembangkan Kalkulator Penghitung Umur Manusia
Ilustrasi kalkulator. (Foto: Unsplash)
A
A
A

PENELITI dari University of East Anglia, Inggris, mengklaim mengembangkan kalkulator yang disebut bisa menghitung umur manusia. Kalkulator bernama Mylongevity ini menunjukkan pengaruh berbagai faktor medis dan gaya hidup terhadap harapan usia seseorang.

Ide tentang kalkulator yang diklaim bisa memprediksi kapan Anda akan meninggal ini terdengar seperti film fiksi ilmiah. Tetapi para ilmuwan tersebut membuat kalkulator itu menjadi nyata sebagai bagian dari studi baru.

Baca juga: Perusahaan Prancis Buat Pesawat Kargo Ramah Lingkungan Berbentuk Balon Udara 

Kalkulator, yang dijuluki umur panjang (Mylongevity), menunjukkan pengaruh berbagai faktor medis dan gaya hidup terhadap harapan hidup. "Orang-orang tertarik dengan harapan hidup mereka, tetapi ini bukan hanya karena rasa ingin tahu yang tidak wajar," kata Profesor Elena Kulinskaya, pemimpin pengembangan aplikasi ini, dikutip dari Mirror, Senin (7/8/2020).

"Harapan hidup adalah pertimbangan besar dalam perencanaan jangka panjang dan sangat penting bagi orang yang merencanakan tujuan keuangan dan strategi pensiun mereka," tambahnya.

"Ini juga dapat membantu orang meningkatkan harapan hidup mereka dengan membuat perubahan gaya hidup sehat," lanjut dia.

Cara menggunakan kalkulator ini cukup masukkan data pribadi, termasuk nama, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan apakah merokok atau tidak. Kalkulator kemudian akan mengungkapkan berapa lama kemungkinan orang tersebut bertahan hidup, berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional.

Baca juga: NASA Perkenalkan Robot Penjelajah Planet yang Bisa Dibangun Sendiri 

"Perangkat lunak yang kami kembangkan didasarkan pada penelitian kami menggunakan catatan kesehatan elektronik. Dalam analisis baru-baru ini tentang harapan hidup, kami mengikuti kelompok yang terdiri dari 110.000 orang sehat yang mencapai usia 60 antara tahun 1990 dan 2000 selama 25 tahun berikutnya, memperbarui status kesehatan mereka setiap enam bulan," ungkap Profesor Kulinskaya.

"Hasil analisis kami diterjemahkan ke dalam harapan hidup untuk 648 profil risiko yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kode pos. Daftar faktor risiko yang kami gunakan termasuk hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, BMI, risiko serangan jantung dalam 10 tahun, status merokok, dan penggunaan statin," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement