Lebih lanjut dia menjelaskan, ketika kita berada di lingkungan seperti itu, energi Matahari kadang-kadang tidak memberikan kekuatan yang dibutuhkan. "Cahaya tidak sampai ke lokasi seperti yang kita perlukan," katanya.
Beberapa misi NASA ke Mars telah menggunakan energi Matahari. Salah satunya pendarat InSight yang saat ini beroperasi di Planet Merah yang memiliki panel surya, seperti yang dilakukan penjelajah kembat Spirit dan Opportunity awal abad ini.
Tapi Opportunity ialah maskot untuk kelemahan energi surya di Mars, karena kendaraan itu berakhir datang ketika badai debu global besar-besaran memblokirnya agar tidak memasuki cahaya Matahari. Jadi ketika kendaraan penjelajah mengemas tenaga nuklir, maka peneliti di Bumi tidak perlu khawatir lagi tentang skenario itu.
Jadi untuk Rover Mars Perseverance, NASA beralih ke plutonium dalam sebuah sistem yang disebut Multi-Mission Radioisotope Thermoelectric Generator (MMRTG). Sumber tenaga ini dapat memberi daya pada pesawat ruang angkasa selama sekitar 14 tahun.
"Anda tidak memiliki kabel ekstensi, Anda tidak dapat kehabisan tukang reparasi," kata Bob Wham, seorang ahli bahan bakar nuklir di Oak Ridge National Laboratory. Dia menegaskan, plutonium benar-benar dapat diandalkan.