Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunakan Roket Atlas V, Ini Tujuan NASA Kirim Robot ke Mars

Farah Azka Gazali , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2020 |11:28 WIB
Gunakan Roket Atlas V, Ini Tujuan NASA Kirim Robot ke Mars
(Foto: NASASpaceFlight)
A
A
A

JAKARTA – NASA resmi menjadikan Amerika Serikat (AS) negara ketiga yang meluncurkan misi menuju Planet Merah bulan ini. Dilansir Space, Roket Atlas V buatan United Launch Alliance berhasil diluncurkan pada Kamis (30/7/20) pukul 07:50 pagi EDT (18.50 WIB) dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida.

Tidak ada kendala berarti dalam hitung mundur peluncuran roket Atlas V. Meski pusat kendali misi Jet Propulsion Laboratory NASA sempat terkena gempa dan roket mengalami perubahan suhu, namun pada akhirnya Atlas V berhasil memisahkan tahap atas roket dan pesawat ruang angkasa setelah 57 menit meluncur di udara. Adapun suhu pesawat ruang angkasa telah kembali normal dan saat ini resmi melakukan perjalanan ke Mars.

“Peluncuran antarplanet berjalan cepat dan dinamis, sehingga sebuah pesawat ruang angkasa dirancang untuk menempatkan dirinya dalam mode aman jika komputer onboard-nya merasakan kondisi tidak dalam parameter yang telah ditetapkan,” tulis para pejabat lembaga dalam pembaruan pasca peluncuran dikutip Space.

Terkait misi kali ini, pesawat ruang angkasa yang diluncurkan NASA dikabarkan membawa beberapa muatan penting yang merupakan bagian dari misi Mars 2020. Misi tersebut rencananya akan tiba di Planet Merah pada 18 Februari 2021 dan mendarat di kawah Jazero untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu. Hal ini dilakukan dengan meneliti batuan dan tanah dari ekosistem planet merah.

“Tujuan dari upaya kami adalah untuk mengeksplorasi geologi dari situs pendaratan, untuk mencari tanda-tanda biosignatures dari masa lalu. Kami bukan misi deteksi kehidupan. Kami mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu di permukaan mars. Juga, mencari tanda bahwa Mars sebelumnya layak huni hingga berada ditingkatan yang masih layak huni, di mana ia memungkinkan untuk dihuni. Tujuan ketiga kami adalah untuk mempersiapkan sampel yang dapat dikembalikan, dan kemudian yang keempat adalah untuk mempersiapkan eksplorasi manusia di masa depan,” ucap Adam Steltzner, Chief Engineer dari misi Mars 2020 dikutip Space Flight Now.

Space News melaporkan, kawah Jazero dipilih sebagai tempat pendaratan misi Mars 2020 dikarenakan wilayah seluas 28mil (45km) itu memiliki danau dengan delta sungai yang mengalir di dalamnya. Hal ini diyakini para ilmuwan NASA sebagai wilayah yang pas untuk menurunkan muatan Mars 2020 mengingat besar kemungkinan kawah Jazero memiliki batuan dan tanah yang memuat bukti kehidupan masa lalu dari Planet Merah.

Dilansir Space Flight Now, untuk melakukan penelitian itu, misi Mars 2020 terdiri dari sebuah alat penjelajah bernama Perseverance rover seukuran mobil. Alat penjelajah itu membawa muatan 43 tabung seukuran cerutu tipis yang berfungsi untuk membawa sampel batuan dan tanah dari kawah Jazero ke Bumi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement