4. Prestasi di Bidang Teknik
Ingenuity telah menjadi helikopter yang memiliki kemungkinan untuk terbang di planet merah. Hal ini membawa Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA maju dalam bidang teknik. Selama 2014 hingga 2019 mereka telah menguji beragam hal hingga menghasilkan pesawat yang ringan, yang mampu menghasilkan daya angkat yang cukup dan bertahan di lingkungan Mars.
5. Beberapa Tahap Perlu Dilalui Sebelum Mengudara
Meski mereka sudah cukup siap dengan penerbangan Ingenuity pada 2021, masih ada beberapa hal yang harus NASA lalui sebelum akhirnya helikopter itu dapat mengudara, di antaranya:
- Roket Mars 2020 harus berhasil meluncur dari Cape Canaveral dan mendarat di Planet Merah
- Ingenuity harus berhasil mendarat dan terpisah dari perut Perseverance Rover. Ingenuity direncanakan melekat pada kendaraan penjelajah itu saat peluncuran.
- Ingenuity harus mampu menjaga kehangatan di tengah kedinginan ekstrem Mars di malam hari.
- Panel surya pada Ingenuity harus berhasil mengumpulkan daya untuk terbang.
Jika Semua langkah ini berhasil dilalui, maka Ingenuity dapat melakukan penerbangan pertamanya. Hal ini akan berlanjut hingga empat kali uji coba dalam jendela 30-hari-Mars (31-Bumi-hari).
6. Ciptakan Peluang untuk Eksplorasi Udara di Mars
Sebagaimana yang sudah disebutkan, Ingenuity merupakan helikopter pertama yang terbang – atau lebih tepatnya melakukan uji coba penerbangan – di Planet Merah. Jika Ia berhasil terbang, maka ini akan menjadi terobosan baru yang memungkinkan kendaraan terbang – termasuk robot dan manusia – untuk mengudara di Mars di masa depan.
Dengan itu, maka eksplorasi baik oleh robot maupun manusia akan dapat menjangkau medan yang lebih luas, termasuk medan yang sulit dijangkau penjelajah.
"Tim Ingenuity telah melakukan segalanya untuk menguji helikopter di Bumi, dan kami berharap untuk menerbangkan percobaan kami di lingkungan nyata di Mars. Kita akan belajar sepanjang perjalanannya, dan itu akan menjadi hadiah utama bagi tim kami untuk dapat menambahkan dimensi lain pada cara kami menjelajahi dunia lain di masa depan,” kata MiMi Aung, manajer proyek Ingenuity di JPL.
(Ahmad Luthfi)