Smith menambahkan bahwa vitamin D telah terbukti melindungi infeksi pernapasan akut.
"Serta melindungi orang dewasa yang lebih tua, kelompok yang paling kekurangan vitamin D, juga yang paling parah terkena dampak Covid-19," tambah Smith.
Ia melanjutkan sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa 75% orang di lembaga, seperti rumah sakit dan rumah perawatan, sangat kekurangan vitamin D.
"Kami menyarankan untuk melakukan penelitian khusus melihat tingkat vitamin D pada pasien COVID-19 dengan derajat berbeda. keparahan penyakit," tambahnya.
(Amril Amarullah (Okezone))