JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan memiliki beberapa fungsi yakni memindahkan curah hujan demi mengantisipasi banjir. TMC juga diterapkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti yang terjadi di Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
"Ini upaya kita dorong untuk penguatan ekosistem dan harapan saya sebelum terjadinya hotspot (titik panas) di Riau nanti di Maret dan TMC sudah dilaksanakan," kata Hammam.
TMC, kata Hammam, diterapkan saat munculnya titik api atau hot spot yang terdeteksi di kawasan hutan dan lahan. Melalui teknologi ini, awan hujan akan diturunkan pada titik-titik panas itu untuk menghindari meluasnya karhutla.
"Sehingga kita akan membasahi lahan-lahan gambut dan hutan di sana dan mereka (tanah) cukup basah dan tidak berpotensi untuk munculnya titik api," jelas Hammam.
