JAKARTA - Insinyur dari Google mengkritik fitur di aplikasi Safari yang dikembangkan Apple untuk membantu pengguna menghindari pelacakan web. Insinyur itu mengatakan, pada dasarnya fitur tersebut cacat dan dapat menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikannya.
Dilansir dari Seattletimes, menurut laporan yang dirilis Google, Fitur Intelligent Tracking Prevention di browser web Safari milik Apple memiliki kelemahan. Fitur untuk memblokir pelacakan yang ditujukan kepada para pengguna tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Google telah memberi tahu Apple tentang masalah ini pada Agustus tahun lalu. Kemudian, pada Desember 2019 Apple menyatakan dalam blog-nya bahwa pihaknya telah memperbaiki masalah ini dan berterima kasih kepada Google atas bantuannya.
Namun, laporan terbaru dari Google menyimpulkan bahwa masalah ini belum terselesaikan. Alih-alih memblokir cookie, ITP Apple malah terus-menerus mempelajari situs web apa yang dikunjungi oleh pengguna.
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa mereka (Apple) masih belum memperbaiki masalah ini," kata Justin Schuh, direktur engineering Google Chrome, melalui Twitter-nya.