JAKARTA - Kecelakaan di jalan raya khususnya sepeda motor sering terjadi, bahkan dari data Korlantas kecelakaan yang melibatkan sepeda motor terbanyak di Indonesia. Tercatat pada periode Januari – Maret 2019 terdapat 28,256 kasus kecelakaan lalu lintas dan sepeda motor mendominasi sebagai jenis kendaraan yang paling sering mengalami kecelakaan.
Anda tentu sering melihat kecelakaan sepeda motor di perjalanan, baik ketika melakukan perjalanan dari rumah, pulang dari kantor, atau pun ketika tengah melakukan touring. Melakukan pertolongan pertama sesaat setelah kecelakaan dapat menyelamatkan nyawa korban apabila dilakukan secara tepat.
Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan apabila Anda melihat kecelakaan sepeda motor dari situs RideApart:

1. Tetap tenang dan fokus
Tetaplah tenang ketika menepikan kendaraan. Anda mungkin ingin menolong korban secepat mungkin, tetapi yang harus diingat adalah kita harus mampu membuat korban tenang sembari menunggu pertolongan lanjutan
2. Hubungi polisi atau rumah sakit terdekat.
Apabila memungkinkan, segera laporkan kecelakaan dan tetaplah terhubung dengan operator. Berikan informasi yang lengkap sehingga polisi atau rumah sakit dapat menghampiri Anda

3. Amankan wilayah sekitar
Sebelum menghampiri korban, Anda harus melakukan sterilisasi tempat kecelakaan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terlalu banyak orang yang masuk ke dalam wilayah kecelakaan yang dapat menghambat proses pertolongan pertama.
4. Hindari memindahkan korban dari tempat kecelakaan
Kecuali jika korban memang benar-benar dalam bahaya, seperti berada dekat motor yang terbakar ataupun sumber bahaya lain, hindari memindahkan korban dari tempat kejadian. Hal ini dikarenakan korban bisa saja mengalami cedera serius seperti patah tulang atau luka lain yang bisa menjadi lebih serius apabila korban dipindahkan tanpa langkah yang tepat.

5. Bicara kepada korban.
Apabila korban dapat berbicara, tanyakan di bagian mana ia mengalami sakit. Berbicara kepada korban dapat membuatnya tetap tenang dan terjaga sembari menunggu pertolongan lain.
6. Hindari melepas helm
Kecuali jika korban tidak sadar, hindari melepas helm dari korban. Melepas helm dari korban dapat menimbulkan atau justru memperparah cedera tulang leher atau tulang belakang. Jika memang harus memberi nafas buatan, mintalah bantuan orang lain untuk menstabilkan korban ketika melepas helm.

7. Perhatikan DRABC
Ketika mengecek korban, pastikan untuk selalu memperhatikan 5 hal berikut, yaitu:
- Dangers, apakah Anda atau korban dalam kondisi berbahaya?
- Response, apakah korban dapat merespon Anda?
- Airway, apakah jalur pernapasan korban lancar?
- Breathing, apakah korban bernapas?
- Circulation, apakah denyut nadi korban masih ada?
(Mufrod)