Pesawat ini dapat menjelajah di ketinggian 25.000 kaki. Pesawat ini memiliki daya jelajah mencapai 2040 km dengan menggunakan bahan bakar opsional, sementara bahan bakar standar pada N-250 mampu menjelajah hingga 1.480 km.

Rencananya program pesawat N-250 ini akan diproduksi kembali oleh BJ Habibie, namun sayang karena adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada tahun 1997 dan biaya produksi yang mahal maka pesawat ini gagal untuk diproduksi kembali.