"Pemerintah membutuhkan frekuensi, tapi masih menunggu keputusan World Radio Communication Conference (WRC). Akhir Bulan Oktober sampai november ada WRC. Seluruh dunia, memiliki perwakilan pemerintah yang mengurus telekomunikasi itu akan berkumpul dan menemukan frekuensi-frekuensi yang akan dialokasikan untuk 5G. Ada beberapa kandidat frekuensi dan populasinya populer contohnya 3,5 GHz kemudian 26 GHz dan 28 GHz," ungkap Nies.
Frekuensi 3,5 GHz yang digadang-gadang untuk 5G sendiri saat ini di Indonesia digunakan untuk satelit. Menurut Nies setiap negara memiliki kedaulatannya sendiri yang mana yang lebih penting, pasalnya daerah terpencil di Indonesia juga masih membutuhkan satelit.
(Ahmad Luthfi)