Wahyuni Amilya menyatakan bahwa motivasi mereka mengembangkan tongkat pintar adalah untuk memecahkan masalah bagi penyandang disabilitas. “Selama ini, penyandang tunanetra tidak bisa melakukan mobilitas sendiri jika turun hujan. Tongkat pintar yang kami kembangkan menawarkan solusi bagi hal tersebut,” ujar Wahyuni seperti dikutip dari laman Ristekdikti, Senin (29/7/2019).
Tongkat pintar yang dikembangkan diberi nama Instisblind (Intelegent Stick for Blind). Karena keunikan gagasannya, pengembangan Instisblind mendapat suntikan dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Instiblind didesain dalam bentuk tongkat lipat, yang berfungsi fleksibel sehingga mudah dibawa kemana-mana.
“Harapannya, Instiblind dapat bermanfaat dan bisa membantu kemandirian serta mobilitas penyandang tunanetra ketika hujan,” tutup Wahyuni. (Muhammad Abdul Hadi/JK)
(Ahmad Luthfi)