“Honda terkenal dengan handling breakingnya yang oke, tapi penampilan CBR250RR ini juga sangat oke karena mempunyai model headlamp berlapis dengan sudut-sudut tajam di setiap sisinya. Penerangan motor ini sudah mengadopsi LED, baik di depan maupun belakang,” ucapnya.
Dia juga memuji teknologi throttle-by-wire yang sudah disematkan di CBR250RR. Dibandingkan dengan kompetitornya, CBR250RR menjadi motor satu-satunya yang sudah mengadaptasi sistem ini.
“Kelebihan dari throttle by wire adalah sangat minim dari perawatan, berbeda dengan sistem mekanis yang menggunakan tali. Sistem throttle by wire juga lebih irit bahan bakar karena bukaan katup butterfly di throttle body diatur dulu oleh Accelerator Position Sensor (APS) dan ECU sehingga lebih stabil,”pungkasnya.
Menikmati kuliner khas Surabaya
Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, memiliki warisan budaya yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Salah satunya di sektor kuliner, tidak lengkap rasanya jika datang ke Surabaya tanpa mencicipi makanan khas setempat.
Darius Sinathrya dan Ibnu Jamil pun tidak ketinggalan wisata kuliner. Usai riding mengelilingi bersama komunitas ke sejumlah tempat iconic, keduanya pun singgah di Restoran Hallo Surabaya di Jalan Bubutan, Surabaya. Beragam makanan khas Kota Pahlawan seperti tahu campur, lontong kilil dan rujak cingir disantap kedua artis tersebut.
Apresiasi Komunitas Motor Honda Surabaya
Selama city rolling, Darius dan Ibnu Jamil didampingi puluhan komunitas motorsport Honda, yang tergabung dalam Paguyuban Surabaya Honda Community. Awal mulanya dibentuk Surabaya Honda Community ini berangkat dari ide untuk mempersatukan klub klub Honda yang ada di Surabaya untuk dapat bernaung dalam satu bendera Honda.