MELBOURNE - Pengadilan Sipil dan Administrasi Victoria, Australia memenangkan tuntutan seorang pria kepada Mitsubishi pada pekan ini. Dalam tuntutannya, pria tersebut menginginkan produsen tersebut membeli kembali unit model Triton miliknya sesuai dengan harga pasar setempat.
Tuntutan dari pria tersebut disebabkan oleh adanya penghitungan konsumsi bahan bakar yang berbeda dengan iklan kendaraan tersebut. Diketahui, model yang berada dalam tuntutan tersebut adalah tipe Triton 4x4 GLS yang dibeli pada 2017 silam. Sang pengguna mengaku melihat stiker konsumsi bahan bakar standar pada kaca depan mobil saat membeli.
Dalam penjelasan tuntutannya lebih lanjut, sang pengguna menyebut seharusnya konsumsi bahan bakar Triton berada pada angka 8,5 liter untuk 100 kilometer perjalanan. Namun, setelah mengumpulkan bukti nota pembelian bahan bakar, ia menemukan konsumsi bahan bakar Triton miliknya mencapai 12,4 liter untuk 100 kilometer.

Ekspektasi pengguna ini muncul setelah sebelumnya memiliki model Triton keluaran 2008. Terlebih dengan tercantumnya jumlah konsumsi bahan bakar yang terbilang lebih irit dari mobil lamanya pada iklan Mitsubishi. Permasalahan ini memasuki babak baru dengan banding dari pihak produsen dan mengajukannya pada Pengadilan Tinggi setempat.
Adanya perbedaan berujung tuntutan pada Mitsubishi ini diakibatkan standar penelitian penggunaan bahan bakar Mitsubishi yang menggunakan model siklus NEDC. Sementara, sejak 2017 atau ketika produk tersebut dibuat standar penelitian penggunaan bahan bakar bergeser menggunakan model WLTP.
(Mufrod)