JAKARTA - Fosil kadal kuno diyakini menjadi nenek moyang dari kadal modern. Peneliti yang mempelajari fosil berusia 15 juta tahun mengungkap bahwa hewan purbakala memiliki rahang yang hancur, dilengkapi gigi bulat dan keras.
Dilansir dari Abc, temuan ini adalah fosil kadal paling lengkap di Australia dan dipelajari oleh mahasiswa PhD Kailah Thorn, dengan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology.
"Saya sudah bisa memasang kembali tengkorak dan melihatnya serta kerabatnya yang masih hidup dan mencoba mencari tahu di mana di pohon keluarga fosil ini berada," kata Thorn.
Dia mengatakan fosil itu terkait dengan sub-spesies kadal yang disebut kadal sosial dan sebagian besar sama, kecuali bahwa giginya "agak aneh".
"Giginya sangat tebal dan begitu juga rahangnya, cukup tebal dan kuat, sehingga memakan sesuatu yang berbeda dengan yang dimakan kerabat modern," katanya.
Kadal modern memiliki gigi lebih tajam dibandingkan dengan kadal lidah biru, yang memiliki gigi bulat.