JAKARTA - Instagram sedang menguji coba fitur pemeriksa fakta untuk mengurangi distribusi konten foto maupun video hoaks dalam layanan mereka.
"Pendekatan kami terhadap mis-informasi sama dengan Facebook. Ketika menemukan mis-informasi, kami akan mengurangi distribusinya, bukan menghapusnya," kata juru bicara Instagram, Stephanie Otway, dikutip dari laman Poynter.
Mulai awal Mei, Instagram mengirimkan konten yang berpotensi menimbulkan masalah ke dasbor yang sama yang digunakan oleh pemeriksa fakta mitra Facebook. Para pemeriksa fakta akan mengidentifikasi temuan tersebut.
Jika konten tersebut merupakan misinformasi, Instagram akan membatasi penyebaran konten tersebut. Instagram akan menghapus konten tersebut dari tab Explore dan hasil pencarian tanda pagar.
