JAKARTA – Siklon tropis Mangkhut yang terjadi di laut pasifik antara wilayah Jepang atau Filipina diperkirakan terjadi pada 11-14 September 2018. Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Hari Tirto Jatmiko mengatakan jika ini terjadi di laut dengan suhu di atas 27 derajat celcius.
“Serta kecepatan angin 25 knot sampai 30 knot. Jika terjadi selama 3 hari dan bertambah kecepatannya hingga 35 knot, maka akan dikatakan sebagai badai,” kata Hari saat dihubungi Okezone, Rabu (12/9/2018).
Menurut dia, diperkirakan Indonesia tidak akan terjadi badai Mangkhut, namun Indonesia hanya terkena dampaknya saja yang akan berpusat di wilayah Indonesia wilayah timur. Untuk waktunya, dianalisis terjadi pada 12 September 2018 pukul 07.00 WIB.
Hal ini karena posisi angin di Samudera Pasifik, sebelah utara Papua, arah kecepatan angin sekira 12 knots (23 km/jam) bergerak menjauhi Indonesia.

Baca Juga: Peneliti Gunakan Teknologi AI Ungkap Misteri Astronomi
Lalu, Hari juga menambahkan bahwa perkiraan pada 13 September 2018 pukul 07.00 WIB, posisi angin di Samudera Pasifik sebelah utara Papua sekitar 1739 km sebelah Utara Biak. Arah kecepatan gerak 12 knots atau sekitar 23 km/jam menjauhi wilayah Indonesia. Kekuatan badai 110 knot atau sekira 205 km/jam.