Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pola bicara untuk mendeteksi depresi, tanpa perlu pertanyaan atau jawaban khusus. Salah satu potensi penggunaan model semacam itu adalah bahwa hal itu dapat diterapkan untuk semua jenis percakapan.
Kemudian, tidak menutup kemungkinan jika suatu hari mungkin ada dalam aplikasi pada ponsel cerdas untuk memantau percakapan dan mengirim notifikasi ketika mendeteksi ada sesuatu yang salah.

Baca Juga: Twitter Uji 2 Fitur Baru Mirip Facebook dan Instagram
(Ahmad Luthfi)