JAKARTA - Petir umumnya terjadi pada saat hujan turun atau ketika awan tengah mendung. Dijelaskan dalam buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia' bahwa petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif.
Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur atau halilintar.
Geluduk, guntur atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya.
Ini sebagai akibat udara yang terbelah, di mana sambarannya rata-rata memiliki kecepatan 150 ribu kilometer per detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.