"Kami menyelidiki laporan bahwa beberapa orang melihat video draf lama mereka ketika mereka mengakses informasi mereka dari alat Unduh Informasi Anda. Kami menemukan bug yang mencegah draf video sedang dihapus. Kami menghapusnya dan meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar perwakilan Facebook, seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Rabu (4/4/2018).
Kejadian ini semakin memperkeruh keadaan di mana para pengguna semakin tidak percaya dengan keamanan Facebook. Seperti yang diketahui, beberapa minggu lalu tersiar kabar jika 50 juta data pribadi pengguna Facbook bocor ke pihak ketiga.
Baca Juga : Data Facebook Bocor, Mark Zuckerberg Minta Maaf di Media
Sang pihak ketiga, yakni Cambridge Analytica kemudian memproses data pribadi tersebut. Olahan data inilah yang kemudian digunakan Donald Trump untuk memenangkan pemilihan presiden Amerika pada 2016.
Di tambah lagi, belum lama ini sebuah memo internal Facebook yang berisi sisi gelap Facebook mencuat di Internet. Di dalam memo tersebut dikatakan bahwa Facebook akan melakukan hal apapun agar para penggunanya tetap terhubung dengan orang yang mungkin dikenal oleh pengguna. (chn)
(Kemas Irawan Nurrachman)