Dengan menggunakan batuan AI, para peneliti bulan akan merasa sangat terbantukan. Pasalnya selama ini memerlukan hampir satu tahun hanya untuk menemukan beberapa puluh kawah saja.
Baca Juga : Dua Pilot Laporkan Penampakan UFO di Arizona
Selain itu, para peneliti pun mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan diri ke penelitian lain yang lebih menantang. Selain itu, dengan banyaknya informasi mengenai kawah di Bulan, peneliti pun bisa menemukan teori yang lebih baik mengenai sejarah dan asal muasal tata surya.
Sekedar informasi, penggunaan AI untuk menjelajah luar angkasa dan menemukan hal-hal baru di luar sana. Sebelumnya, Google dan NASA sudah melakukan kerja sama dalam mencari ekosistem tata surya baru.
Dan hingga saat ini, mereka telah menemukan sebuah ekosistem tata surya baru yang kemudian di beri nama Kepler 90i. (chn)
(Kemas Irawan Nurrachman)