JAKARTA - Haumea merupakan satu dari lima planet kerdil yang diakui secara resmi, dan yang lainnya seperti Ceres, Eris, Makemake, dan Pluto. Haumea memiliki bentuk yang aneh, kecerahan yang tidak biasa, dua bulan, dan rotasinya yang liar.
Dilansir dari Mentalfloss, fitur uniknya dapat memberi banyak pengetahuan kepada para astronom tentang pembentukan tata surya dan tahun-tahun awal yang kacau menjadi ciri khasnya. Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang Haumea, dunia kecil di luar Neptunus.
Penemuannya Cukup Kontroversial
Ada beberapa ketidaksepakatan tentang siapa yang menemukan Haumea. Sebuah tim astronom di Observatorium Sierra Nevada di Spanyol pertama kali melaporkan penemuannya ke Minor Planet Center of Astronomical Union International pada 27 Juli 2005.
Sebuah tim yang dipimpin oleh Mike Brown dari Palomar Observatory di California telah menemukan objek sebelumnya, tetapi belum melaporkan hasilnya karena menunggu untuk mengembangkan ilmu dan menyajikannya di sebuah konferensi.
Dinamakan dari Dewi Hawaii
Dalam mitologi Hawaii, Haumea adalah dewi kesuburan dan kelahiran anak. Nama itu diusulkan oleh para astronom di Caltech untuk menghormati tempat di mana bulan Haumea ditemukan, yaitu di Observatorium Keck, Mauna Kea, Hawaii.
Haumea Memiliki Cincin
Haumea adalah objek yang paling dikenal di tata surya karena memiliki sistem cincin. Penemuan baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature. Kenapa dan bagaimana dapat terjadi, hal tesebut masih sepenuhnya belum jelas bagi para peneliti.
Hanya saja seorang peneliti di Institute of Astrophysics of Andalusia menemukan Haumea.
Permukaan Haumea Sangat Bercahaya
Selain sangat cepat dan berbentuk aneh, Haumea sangatlah cerah. Kecerahannya ini adalah hasil dari komposisi planet kerdil tersebut. Di dalamnya cukup berbatu dan di bagian luarnya ditutupi oleh lapisan tipis seperti air dari kristal.
Haumea Berpengaruh di Seluruh Sistem Tata Surya
Jika berusia satu tahun di Haumea, maka akan berusia 284 tahun di Bumi. Hal ini tentunya membuat Haumea menjadi sesuatu yang tidak biasa. Haumea membutuhkan 3,9 jam untuk membuat rotasi penuh, yang berarti sejauh ini merupakan putaran tercepat.
Haumea Dapat Berukuran Seperti Koin yang Sangat Kecil
Tidak mudah mempelajari Haumea. Planet kerdil tersebut tidak dapat dipahami oleh semua teleskop, kecuali teleskop terbesar. Salah satu teknik yang digunakan oleh para astronom untuk mempelajari benda-benda seperti ini disebut "okultisme bintang," di mana objek diamati saat melintas di depan bintang, sehingga menyebabkan bintang redup sementara.
Teknik ini tidak selalu berhasil untuk objek di luar orbit Neptunus, karena para astronom harus mengetahui orbit benda-benda dan posisi bintang yang menjadi tingkat akurasi mencengangkan. Selain itu, ukurannya seringkali sangat kecil seperti koin kecil yang dilihat pada jarak beberapa ratus kilometer.
(Ahmad Luthfi)