“Kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara kerapatan atmosfer sendiri dipengaruhi aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi,” tulis Thomas dalam akun Facebook pribadinya.
"Berdasarkan kondisi kerapatan atmosfer yang dipengaruhi aktivitas matahari saat ini, Tiangong-1 diprediksi akan jatuh sekitar 1-3 April 2018,” lanjutnya.
Akan tetapi, Thomas menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan Tiangong-1 akan hancur sebelum menyentuh Bumi.
“Dengan bobot 8,5 ton, Tiangong-1 akan hancur sebelum mendarat,” lanjutnya.
Baca juga: Jatuh ke Bumi 4 April, di Mana Tiangong-1 Akan Mendarat?