TANGERANG SELATAN - Rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang digagas sejak tahun 2014, akhirnya menapaki babak baru. Setelah tahun lalu menyelesaikan Basic Engineering Design (BED), kini Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mulai menyusun Detail Engineering Design (DED).
Sesuai target perencanaan, DED akan diselesaikan dalam kurun waktu yang sesegera mungkin, sehingga dapat di-Review oleh Badan Tenaga Atom Internasional, International Atomic Energy Agency (IAEA).
"Ada proses panjang yang kita mulai sejak tahun 2014, dari obrolan kecil soal keinginan membuat pembangkit listrik dengan kapasitas 3 sampai 5 megawatt, hingga diseriusi dalam pertemuan 3 Menteri membahas RDE, dan akhirnya tertuang dalam RPJMN," ungkap Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto saat membeberkan proses pembangunan RDE di Hotel Mercure, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (8/3/2018).
RDE merupakan program prioritas BATAN yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai penyedia teknologi terkait penyediaan energi listrik dan panas tinggi. Upaya itu ditempuh, guna menopang kebutuhan industri nasional, serta menjadikannya unggul di tingkat regional.
Pada tahun 2015, jelas Djarot, BATAN telah melaksanakan pra-proyek RDE bekerja sama dengan konsultan dalam dan luar negeri. Tahap pra-proyek ini, menghasilkan dokumen penting, yakni desain konseptual dan draft Laporan Analisis Keselamatan (LAK).