Anang melanjutkan, misalnya beberapa waktu lalu ada hari belanja online nasional (harbolnas), maka betapa dahsyatnya TIk sehingga dengan akses internet yang mumpuni bisa meroketkan transaksi dalam waktu beberapa hari.
"Dengan TIK, difasilitasi, semua dipermudah, memang dampaknya gerai-gerai mall atau retail tutup, inilah yang dihadapi ketika TIK maju. Perusahaan yang enggak siap TIK, akhirnya tersingkirkan," ungkapnya.
Baca juga: Uji Coba Internet Palapa Ring Barat Capai Kecepatan Download 61,7 Mbps
Lebih lanjut ia mengungkapkan, perekonomian Indonesia di 2030, diprediksi nomor 5 di dunia, bahkan mengungguli Jerman dan Jepang karena tingkat populasi usia produktif yang potensial.
Dengan penyediaan akses internet di wilayah terpencil, maka ekonomi digital akan tumbuh sendiri. Otomatis sektor pariwisata bisa dikembangkan dan diharapkan meningkatkan kehidupan masyararakat.
(Ahmad Luthfi)