Dinosaurus tersebut diketahui mempunyai bulu asimetris. Pada burung modern, hal itu muncul di sayap dan berfungsi untuk mengontrol penerbangan, sedangkan Caihong juji memilikinya di ekor, menunjukkan bahwa burung purba kemungkinan terbang dengan gaya yang berbeda.
Caihong juji bahkan juga berbeda dengan kerabat terdekatnya. Ia memiliki tengkorak yang panjang dan kecil, serta lengan pendek, lebih proporsional seperti burung modern daripada kelompok dinosaurusnya.
"Kombinasi ini tidak biasa. Ia memiliki tengkorak yang rendah dan panjang seperti velociraptor, penuh dengan bulu yang kasar dan ekor kipas yang besar. Sangat menakjubkan atau mungkin terlihat mengerikan, tergantung pada perspektif Anda,” tutur Clarke, dikutip dari Science Alert, Selasa (16/1/2018).
(Ahmad Luthfi)