Tengkorak yang masih terpelihara dengan baik itu ditemukan di wilayah Pavlodar, Kazakhstan. Para peneliti dari Tomsk State University mampu mengetahui usianya yang sekira 29.000 tahun melalui teknik penentuan tanggal/waktu dari radiokarbon.
Berdasarkan kondisi dan ukurannya, tengkorak tersebut tampaknya milik seekor jantan yang sangat tua, namun penyebab kematiannya belum diketahui. Yang membuat para peneliti bertanya-tanya yakni bagaimana unicorn ini bertahan lebih lama dari yang sudah punah ribuan tahun sebelumnya.
“Kemungkinan besar, bagian selatan Siberia Barat adalah refúgium (tempat perlindungan), di mana merupakan lokasi makhluk ini dapat bertahan lebih lama dibandingkan yang lain. Terdapat kemungkinan lain, yaitu ia bisa saja bermigirasi dan tinggal sebentar di daerah yang lebih selatan,” kata salah satu tim, Andrey Shpanski.
Tim penelitian berharap penemuan ini akan membantu mereka lebih memahami peran faktor lingkungan dalam kepunahan makhluk tersebut, karena tampaknya beberapa makhluk ini bertahan lebih dari perkiraan sebelumnya, dengan bermigrasi. Demikian dilansir dari Science Alert, Selasa (26/12/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)