JAKARTA - Planet Uranus ditemukan pertama kali oleh pria kelahiran Jerman bernama William Herschel. Ia adalah astronom yang dipercaya oleh kerajaan Inggris untuk mengamati benda-benda di ruang angkasa.
Pada Maret 1781, Herschel memperhatikan sebuah objek kecil selama beberapa hari. Objek itu terlihat bergerak lambat melintasi ruang angkasa. Pada penglihatannya yang pertama, Herschel mengira bahwa benda tersebut adalah komet.
Namun melalui observasi lebih lanjut, ia mengetahui bahwa objek yang ia amat tersebut adalah sebuah planet. Herschel kemudian mengajukan sebuah nama untuk planet tersebut dengan sebutan Georgium Sidus. Nama itu diambil dari Raja Inggris, King George III.
Baca juga: Carl Pei, Malas di Sekolah tapi Sukses Jadi Pendiri OnePlus
Tapi pada akhirnya, planet yang ia temukan dinamai Uranus yang diambil dari bangsa Yunani sebagai Dewa Langit, demikian dikutip dari Space. Sebagai penghargaan dari penemuannya kerajaan Inggris memberi penghargaan kepada Herschel dan mengangkatnya sebagai astronom kerajaan.
Selama lebih dari 20 tahun, Herschel telah mengamati 2.500 nebula baru dan kluster bintang. Ia mengumpulkan hasil penelitiannya pada karyanya yang berjudul The General Catalogue of Nebulae yang kemudian diubah menjadi New General Catalogue.
Dari 7.840 nebula dan kluster dalam katalog saat ini, 4.630 di antaranya berhasil ditemukan oleh Herschel dan anaknya. Ia juga berhasil menemukan beberapa bulan. Pada 1787, Herschel menemukan dua bulan di sekitar Uranus yakni Titania dan Oberon.
Baca juga: Lee Hae Jin, Sosok di Balik Aplikasi LINE yang Terinspirasi Gempa di Jepang
Kemudian pada 1789 dengan menggunakan teleskop yang lebih lebar, ia menemukan bulan keenam dan ketujuh yakni Enceladus dan Mimas.
Meski lahir di Jerman, Herschel telah tinggal di Inggris mulai 1759. Awalnya ia hanya mengajar musik dan menjadi pemain organ. Bakat musiknya didapat dari sang ayah yang juga seorang musisi di lingkungan militer. Bahkan saat masih muda, Herschel pernah bergabung dengan sebuah band bersama ayahnya, Issak Herschel.
(Kemas Irawan Nurrachman)