BEIJING – Tencent telah mengakuisisi sekira 12% saham d Snap – induk perusahaan Snapchat. Langkah Tencent ini terbilang strategis karena mengambil keuntungan dimana Snapchat harga sahamnya telah menurun.
Tencent mengatakan ingin bermitra dengan Snapchat dimana perusahaan pesan instan terbesar di China itu berjuang melawan Facebook. Tencent sendiri memiliki pengalaman untuk mengubah aplikasinya mendulang untung dengan menambahkan game, berita serta iklan.
Akuisisi atas sebagian kecil saham Snapchat tentu akan membantu perusahaan berkembang di luar China.
“Ini merupakan langkah ofensif bagi Tencent untuk menggunakan platform Snapchat demi meningkatkan layanan konsumen yang ada di China dan secara global,” kata Daniel Ives, kepala penelitian pada GBH Insights.
“Kedua perusahaan dan tim menajemen saling mengenal dengan baik. Ini adalah kesempatan bagi Tencent untuk juga membantu Snapchat melalui masa transisi dengan lebih cepat,” terangnya.
Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah Snap melaporkan hasil kuartal ketiga yang terbilang mengecewakan. Saham Snap merosot 22% setelah laporan pendapatannya dirilis dan kemudian kembali merangkak 34% setelah kabar tentang investasi Tencent meruak ke publik.
Snap mendapatkan mitra berharga di China, dimana aplikasinya tak bisa beroperasi karena batasan pemerintah setempat. Tencent sendiri mengoperasikan dua layanan pesan instan yang terpisah yakni WeChat dan QQ, dengan penggunanya yang hampir mencapai satu miliar.
Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan China yang telah melakukan banyak akuisisi dan investasi seperti pada game, satelit dan penambangan asteroid. Misalnya Tencent telah membeli saham Supercell - perancang Clash of Clans sebelum mengakuisisinya secara keseluruhan pada tahun lalu.
Chief Executive Officer Snap, Evan Spiegel melihat kesepakatan ini sebagai kesempatan untuk belajar dari perusahaan China, seperti disampaikan sumber yang dikutip Bloomberg.
“Kami telah lama terinspirasi oleh kreativitas dan semangat kewirausahaan Tencent dan kami berterima kasih untuk melanjutkan hubungan jangka panjang dan produktif yang dimulai lebih dari empat tahun yang lalu," kata Snap.
Presiden Tencent Martin Lau, bahkan disebut sangat menantikan untuk berbagi gagasan dan pengalaman dengan Snap. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Kamis (9/11/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)