Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vivo Ekspansi ke Rusia Demi Tantang Apple dan Samsung, Benarkah?

Lely Maulida , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |19:38 WIB
Vivo Ekspansi ke Rusia Demi Tantang Apple dan Samsung, Benarkah?
(Foto: Liliputing)
A
A
A

BEIJING – Vivo, vendor smartphone asal China terus gencar melakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya. Perusahaan yang disokong oleh miliarder China, Duan Yongping ini untuk pertama kalinya akan melangkah ke pasar Barat demi mempercepat ekspansi globalnya.

Didorong oleh kesuksesannya melawan Apple dan Samsung di kandangnya sendiri, Vivo bermaksud untuk menggebrak pasar smartphone high-end. Beberapa bulan mendatang, merek smartphone terbesar ketiga di China ini akan memasarkan gadget-nya mencakup flagship anyar V7+ di Rusia, Taiwan dan Singapura.

Sementara itu, Vivo juga meluncurkan X20 di Hong Kong belum lama ini dan berencana mendaratkannya di Afrika awal tahun depan. Hal ini diungkapkan perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Vivo merupakan perusahaan China yang telah secara agresif berekspansi di pasar luar negeri. Perusahaan tercatat memulai ekspansi luar negerinya di Thailand pada tahun 2014, membangun basis pelanggan domestik dengan mendaftarkan puluhan ribu pengecer di daerah pedesaan dan kota-kota setempat, dimana persaingan terbilang minim.

Hal itulah yang menjadi strategi Vivo dan rekannya Oppo menumbangkan Apple dalam hal pengapalan perangkatnya.

Ekspansinya ke Rusia berarti Vivo harus siap berhadapan dengan Samsung dan Apple, dimana menurut Counterpoint Research kedua perusahaan hampir menguasai separuh pangsa pasar negara tersebut di kuartal kedua. Selain itu, sejumlah vendor China termasuk Xiaomi dan Huawei juga telah melakukan berbagai terobosan sebelum Vivo.

Meski berasal dari negara yang sama, vendor smartphone China seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi menggunakan strategi yang berbeda dalam melakukan ekspansinya ke berbagai pasar di luar negeri.

Huawei misalnya membuat perangkat dengan banderol kelas menengah ke atas dan teknologi yang terbilang maju , difokuskan ke pasar negara maju seperti Jerman dan Spanyol. Sisanyam sejauh ini Huawei terlibat dalam persaingan terutama di pasar negara berkembang seperti India dan Indonesia, melalui perangkat yang terjangkau. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Jumat (20/10/2017). (lnm).

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement