Advertisement
Advertisement

Mencengangkan! Ilmuwan Ungkap Sumber Letusan Lumpur yang Terjadi di Indonesia

Riani Angel Agustine , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |05:03 WIB
Mencengangkan! Ilmuwan Ungkap Sumber Letusan Lumpur yang Terjadi di Indonesia
(Foto: Adriano Mazzini/The Lusi Lab Project)
A
A
A

OSLO - Lebih dari 10 tahun yang lalu, sebuah ledakan dari fenomena alam yang dahsyat berhasil membuat sebagian penduduk di pulau Jawa, Indonesia mengungsi dari tempat tinggalnya. Luapan lumpur pertama yang mulai meletus pada 29 Mei 2006, memuntahkan tanah serta batu dan gas panas.

Dilansir dari Dailymail, letusan yang berlangsung tersebut telah membingungkan para ahli dan penduduk lokal sejak pertama kali muncul. Namun kini, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka mungkin menemukan sumber semburan lumpur tersebut.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti telah membuktikan darimana letusan tersebut berasal yang diberi julukan Lusi. Letusan tersebut terhubung jauh di bawah tanah ke ruang magma kompleks vulkanik.

Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Oslo menggunakan geofisika untuk memetakan daerah di bawah letusan, yang dikenal dengan nama Lusi. Sejak dimulai, lumpur telah mengubur beberapa desa sedalam 12 meter dan memaksa hampir 60.000 orang untuk pergi.

Letusan tersebut terus memuntahkan lumpur secara berkala, dan telah menghabiskan sekira 80.000 meter kubik lumpur setiap hari atau cukup untuk mengisi 32 kolam renang Olimpiade.

"Kami dengan jelas menunjukkan bukti bahwa kedua sistem terhubung secara mendalam," ungkap pemimpin penulis Adriano Mazzini, seorang ahli geologi di CEED - University of Oslo.

Studi tersebut menemukan bahwa Lusi terhubung ke kompleks Arjuno-Welirang dengan sistem kesalahan 6 kilometer di bawah tanah. Magma dari gunung berapi tersebut telah 'memanggang' sedimen di bawah Lusi, menyebabkan tekanan untuk membangun di bawah permukaan sampai meletus.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement