Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Panser Anoa & Komodo, Kendaraan Tempur Andalan TNI

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2017 |10:33 WIB
Mengenal Panser Anoa & Komodo, Kendaraan Tempur Andalan TNI
Kendaraan alat angkut personel sedang (APS) Anoa (Pindad)
A
A
A

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengoperasikan kendaraan tempur panser untuk mengangkut personel atau angkut personel sedang (APS), di antaranya Anoa dan Komodo. Dua jenis kendaraan ini merupakan hasil produksi dalam negeri, yakni dibuat oleh PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Karena dibuat secara lokal, maka tidak heran jika Anoa dan Komodo sudah didesain untuk memenuhi kebutuhan medan di Indonesia, mulai dari pemilihan kapasitas mesin, bahan bakar, hingga kemampuan tempurnya. Perbedaan antara Anoa dan Komodo terletak pada jumlah roda, Anoa menggunakan enam sedangkan Komodo empat roda.

Cikal bakal Anoa dan Komodo sebenarnya muncul sejak 1993 sejalan dengan proyek mobil nasional. Namun prototipe kendaraan angkut multifungsi ini baru diperkenalkan pada 2006, bersamaan dengan HUT ke-61 TNI. Kendaraan ini baru mulai dikirim ke TNI pada 2008.

(Baca Juga: Jokowi Uji Coba Panser Anoa Buatan Pindad)

Pada 2008, TNI memesan 154 unit Anoa dari berbagai tipe. Pada 2011 dilanjutkan dengan pemesanan 11 Anoa tipe APC dan tahun 2012 memesan 61 unit.

Panser bermesin Renault ini sudah teruji di negara-negara gurun seperti Lebanon yakni digunakan oleh pasukan perdamaian PBB. Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahananannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India. Karena itu tidak heran jika bobotnya mencapai 11 ton.

Pindad sudah mengeluarkan Anoa jenis baru yang mengusung senjata canon kaliber 20 milimeter dan berjenis IFV (infantry fighting vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan batalion infantri mekanis.

Mesin yang dipakai juga jenis terbaru yang tidak hanya andal, tapi juga mudah dalam perawatan. Anoa dan Komodo masing-masing memiliki enam varian dengan keunggulan berbeda. Karena memiliki banyak fungsi itulah, Anoa dan Komodo diminati militer negara lain. Selain untuk mengangkut personel tempur, Anoa juga dioperasikan sebagai ambulans untuk mengevakuasi prajurit yang terluka, bahkan juga bisa mendukung transportasi di air atau panser amfibi.

Selain itu ada pula Anoa 6x6 RCWS yang memiliki keunggulan dalam pioneer set, pemadam kebaran, jaring kamuflase, hydraulic rear rampdoor system, serta memiliki senjata di bagian belakang berupa senapan mesin ringan 7,62 milimeter.

(Baca Juga: Ini Beberapa Alutsista Buatan Dalam Negeri yang Bikin Kagum)

Saat ini Anoa telah digunakan di empat negara, di antaranya Malaysia dan Brunei Darussalam. Indonesia masih menjadi pengguna terbanyak yakni 236 unit Anoa 6x6. Sedangkan Malaysia membeli Anoa 6x6 hingga 32 unit.

(Baca Juga: Anoa & Komodo, Kendaraan Tempur TNI yang Diminati Banyak Negara)

(Komodo/Pindad)

Sementara itu Komodo baru mulai digunakan pada 2012. Kendaraan yang disebut-sebut sebagai Humvee-nya TNI ini memiliki bobot sekira 5,8 ton dan mampu mengangkut personel dan persenjataan hingga 2 ton.

Setidaknya ada dua fungsi dari Komodo yakni sebagai alat angkut personel dan kendaraan intai tempur. Komodo lebih diandalkan sebagai kendaraan intai karena dimensinya tak sebesar Anoa.

Dari sisi ketangguhan dalam melahap medan offroad, Komodo diperkuat dengan mesin diesel 5.100 cc turbo intercooler yang mampur menghasilkan tenaga 215 ps. Sistem penggeraknya empat roda (4x4). Kecepatan yang dapat dicapainya 110 kilometer per jam.

Soal kekuatannya dari serangan, Pindad mengklaim Komodo mampu menahan peluru berkaliber 7,62 mm.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement