Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata! Terdapat Gunung Api Terbesar di Mars

Dini Listiyani , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2017 |00:03 WIB
Ternyata! Terdapat Gunung Api Terbesar di Mars
(Foto: NASA)
A
A
A

SKOTLANDIA - Ilmuwan Skotlandia telah menggunakan meteorit yang jatuh ke Bumi untuk menciptakan kembali evolusi gunung berapi yang ada di Mars.

Batuan luar angkasa menganalisis lebih dari 90 juta tahun informasi mengenai gunung berapi Planet Merah. Batuan itu membiarkan ilmuwan mengindentifikasi dari mana gunung berapi itu berasal, seberapa cepat pertumbuhannya, dan berapa lama aktifnya.

Mars memiliki gunung berapi terbesar di Tata Surya. Olympus Mons berukuran lebih dari 370 mil dan tingginya lebih dari 13 mil, lebih dari dua kali tinggi Gunung Everest, gunung tertinggi di Bumi.

Tak hanya lebih besar, gunung berapi itu juga lebih kuat dibandingkan yang lainnya. Ukuran mereka juga bisa tumbuh karena layer lava baru menetap dan dingin di sisi mereka dengan setiap erupsi.

Keenam meteorit yang diteliti dikenal sebagai 'nakhlites'. Mereka menghancurkan daerah Mars yang diledakan dari permukaan planet oleh asteroid 11 juta tahun lalu.

"Kami mengetahui dari penelitian sebelumnya bahwa meteroit nakhlite merupakan batuan vulkanik, dan perkembangan teknik penganggalan usia dalam beberapa tahun terakhir membuat kandidat sempurna nakhlites untuk membantu kita belajar lebih banyak tentang gunung berapi di Mars," kata penulis utama Dr Benjamin Cohen dari Pusat Penelitian Lingkungan Universitas Skotlandia, East Kilbride.

Lantaran kurangnya sampel, gunung berapi di Mars selalu berevolusi menjadi misterius. "Kami menemukan bahwa nakhlites terbentuk dari setidaknya empat letusan selama 90 juta tahun," tambah Cohen seperti dikutip dari Express.co.uk, Kamis (5/11/2017).

Penelitian itu menemukan bahwa gunung berapi Mars tumbuh 1.000 kali lebih lambat dari gunung berapi serupa di Bumi. Di sisi lain, Mars jauh lebih aktif secara vulkanis dalam sejarahnya dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Nakhlites dianggap sebagai jenis meteorit paling banyak kedua yang berasal dari Mars. Para ilmuwan menggunakan semua data yang dikumpulkan dari meteorit untuk mempersempit kemungkinan gunung berapi yang berasal dari mereka.

"Penelitian sebelumnya telah menyarankan beberapa lokasi kandidat yang berbeda untuk kawah sumber nakhlite. Namun, hanya satu dari lokasi yang diidentifikasi sejauh ini sesuai dengan hasil kami untuk usia letusan dan kapan pengaburan dampak ke luar angkasa," ungkap Cohen.

"Kawah yang tak disebutkan namanya ini terletak di daerah dataran lava yang landai dengan deras 900 km dari puncak gunung berapi Elysium Mons, dan lebih dari 2.000 km utara dari lokasi NASA Curiosity rover. NASA memiliki beberapa gambar satelit yang sangat rinci dari kawah ini. Luasnya 6,5 km dan telah melestarikan pancaran reruntuhan puing-puing,"lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ia bisa melihat pita horizontal di dinding kawah, yang mengindikasikan lapisan bebatuan, dengan setiap lapisan diinterpretasikan sebagai aliran lava yang terpisah.

"Studi ini telah mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sejarah meteroit nakhlite, dan pada gilirannya gunung berapi terbesar di tata surya,"jelasnya.

Studi ini didanai oleh Science and Technology Facilities Council (STFC) dan program NASA Mars Fundamental Research. Para ilmuwan di Universitas Glasgow dan St. Andrews, Lawrence Livermore National Laboratory, California, dan Natural History Museum di London juga berkolaborasi dalam penelitian ini.

(Dini Listiyani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement