"Kanker pankreas adalah penyakit yang mengerikan tanpa skrining yang efektif saat ini," kata Jim Taylor, seorang peneliti dalam proyek tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Tujuan kami adalah untuk memiliki lebih banyak orang yang cukup beruntung untuk mendapatkan tanda-tanda kanker pankreas tepat pada waktunya, untuk menjalani operasi yang memberi mereka kesempatan bertahan dengan lebih baik,” terangnya.
Sayangnya, belum jelas kapan dan di mana aplikasi ini akan tersedia. Namun dipercaya tim peneliti tersebut akan memberikan rincian setelah mempresentasikan hasil karya mereka di Ubicomp 2017 bulan depan.
Untuk saat ini, tim peneliti tersebut mengamati uji coba yang lebih luas dengan sedikit peningkatan manfaat seperti menghilangkan kebutuhan asesoris untuk memperhitungkan pencahayaan. Demikian seperti dilansir IB Times, Rabu (29/8/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)