Sejak saat itu, percobaan fisika Ligo yang berbasis di AS telah berkolaborasi dengan observatorium Virgo di Eropa untuk meningkatkan sensitivitas deteksi mereka. Pada sebuah konferensi pers, peneliti Ligo membicarakan tentang ambisi mereka untuk menggunakan fasilitas yang telah direncanakan untuk mendeteksi bintang neuron.
Hal ini diyakini bahwa usaha mereka akan berhasil, dengan menghubungkan cuitan astronom Wheeler mengenai gelombang gravitasi dari bintang neutron. Baik Ligo dan Virgo menggunakan sebuah laser untuk mengukur variasi kecil yang disebabkan oleh gelombang gravitasi yang tertangkap.
Para ilmuwan di observatorium optik sekarang sedang bekerja untuk mengarahkan teleskop yang mereka miliki ke galaksi di mana sinyal terbaru diperkirakan berasal. Upaya mereka difokuskan pada galaksi sekira 130 juta tahun cahaya jauhnya di konstelasi Hydra yang disebut NGC 4993.
Galaksi tersebut dipercaya berisi sepasang bintang neutron yang bertanggungjawab untuk menghasilkan gelombang. Dalam 3 kasus ledakaan gelombang sebelumnya, masing-masing detektor kembar Ligo berhasil mendetekasi gelombang gravitasi dari penggabungan energik pasangan lubang hitam.
Penggabungan tersebut menghasilkan lebih banyak tenaga daripada yang dipancarkan sebagai cahaya oleh semua bintang dan galaksi di alam semesta pada waktu tertentu. "Penemuan ini membuat kita semakin dalam waktu dan ruang dengan cara yang tidak dapat kita lakukan sebelumnya untuk mendeteksi gelombang gravitasi," ungkap France Córdova, direktur National Science Foundation.
(Ahmad Luthfi)