Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Mobil Listrik, Toyota Indonesia Tunggu Arahan dari Jepang

Anton Suhartono , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2017 |07:07 WIB
Soal Mobil Listrik, Toyota Indonesia Tunggu Arahan dari Jepang
Prototipe mobil listrik Toyota IQ (Autoblog)
A
A
A

JAKARTA - Mobil listrik akan menjadi tren di masa depan. Banyak perusahaan automotif global yang sudah memasarkan mobil nihil emisi karbon ini. Penggunannya pun sudah cukup masif, terutama di negara-negara maju yang infrastrukturnya memadai.

Ada beberapa jenis mobil listrik yang digunakan saat ini. Umumnya energi untuk menggerakkan motor disuplai dari baterai yang listriknya didapat melalui fasilitas charge. Namun ada juga mobil yang energi listriknya didapat dari proses kimia atau biasa disebut dengan fuel cell. Mobil ini bergerak dengan mengandalkan gas hasil reaksi kimia gas hidrogen. Kelemahannya, mobil listrik jenis ini akan terkendala dengan infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

(Baca Juga: Toyota & Honda Bakal Perang Mobil Hidrogen di GIIAS 2016)

Karena itu mobil listrik yang mengandalkan sepenuhnya pada baterai diyakini akan diminati karena lebih sederhana. Saat ini, para engineer masih mengembangkan baterai berkualitas yang mampu menyimpan energi lebih banyak serta waktu isi ulangnya cepat. Untuk mobil listrik saat ini baterai lithium ion masih diandalkan.

Hal ini juga yang menjadi pertimbangan Toyota dalam menyiapkan mobil listrik ke depannya. Toyota sudah memasarkan mobil fuel cell Mirai untuk bersaing di segmen kendaraan full electric. Namun saat ini Toyota sedang mengembangkan mobil listrik dengan baterai baru. Rencananya produk yang menggunakan platform baru tersebut akan dipasarkan mulai 2022. 

(Baca Juga: Toyota Siapkan Mobil Listrik dengan Baterai yang Cepat Di-Charge)

(Baca Juga: Program LCEV, Mobil Ramah Lingkungan Seperti Apa yang Dipilih Toyota)

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Mungkinkah Indonesia akan kecipratan teknologi mobil listrik Toyota dalam waktu dekat?

"Itu nanti bergantung pada persiapan kita, terutama melihat market, nanti perkembangannya seperti apa," jelas Warih Andang Tjahjono, presiden direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), belum lama ini.

Menurut dia, teknologi mobil listrik sedang dikembangkan Toyota di kantor pusat di Jepang. Prinsipal di Jepang juga lah yang akan menentukan model mobil listrik seperti apa yang cocok diproduksi dan dijual untuk pasar Indonesia.

"Teknologi kan sudah dikembangkan di headquarter. Jadi, mana industri atau model kendaraan yang harus kita produksi atau pasarkan di Indoensia sesuai dengan kebutuhan di sini akan ditentukan," ungkapnya.

Soal penggunaan solid state battery untuk menggantikan lithium ion, Warih menjelaskan bahwa teknologi mobil listrik akan terus berkembang mencapai titik kesempurnaan. Bicara mobil listrik, maka tidak bisa lepas dari baterai. Hal itu pastinya menjadi perhatian produsen, termasuk Toyota. Hanya saja beterai jenis ini masih dalam tahap pengembangan, belum digunakan pada model produksi.

"Solid state battery, EV (electric vehicle) itu lagi berkembang ya. Teknologi EV suatu ilmu yang baru dan solid state battery itu keuntungannya dia lebih cepat dan lifetime-nya panjang, charging time-nya juga lebih pendek. Itu lebih fleksibel," paparnya.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement