Advertisement
Advertisement

Wow! Gabungan Robot dan Air Bisa Ciptakan Objek 3D

Riani Angel Agustine , Jurnalis-Sabtu, 29 Juli 2017 |00:05 WIB
Wow! Gabungan Robot dan Air Bisa Ciptakan Objek 3D
Ilustrasi (Foto: CG Trader)
A
A
A

YERUSALEM - Kelompok peneliti Internasional mengembangkan teknik pada alat scanning 3D yang bisa memberikan hasil lebih akurat untuk merekonstruksi objek kompleks. Metode yang digunakan berupa penggabungan dari robot dan air.

“Dengan menggunakan lengan robot untuk membenamkan benda pada sumbu dari pada berbagai sudut, dan mengukur perpindahan volume setiap putaran, kami menggabungkan setiap urutan dan membuat representasi bentuk volumetrik dari sebuah benda”, ujar Prof Andrei Scharf jurusan Ilmu Komputer dari Ben-Gurion University of the Negev.

Dilansir Sciencedaily.com, Jumat (28/7/2017), ia juga mengatakan fitur utama metode mereka adalah menggunakan pemindai cairan sebagai sensor bentuk. Tidak seperti sensor optik, cairan tersebut tidak memiliki persyaratan penglihatan yang dapat menembus rongga dan bagian tersembunyi dari sebuah benda.


Baca juga: Robot Ini Bisa Bantu untuk Misi Penyelamatan

Serta penggunaan material transparan dan glossy, membuat cairan tersebut melewati semua jarak pandang dan keterbatasan yang ada pada sensor optik dari perangkat pemindai konvensional.

Para peneliti menggunakan teori Archimendes tentang pemindai cairan, untuk mengubah pemodelan rekonstruksi permukaan menjadi masalah dalam mengukur volume sebuah benda. Ini menjadi dasar bagi solusi modern serta menjadi inovasi tim peneliti untuk menghadapi tantangan dalam rekonstruksi bentuk 3 dimensi.

Kelompok ini mendemonstrasikan teknik baru dalam bentuk 3D dengan berbagai macam tingkat kompleksitas. Mulai dari patung anak gajah, orang tua dan anak yang sedang berpelukan, dan DNA helix ganda. Hasilnya menunjukkan bahwa rekonstruksi tersebut menunjukkan hasil sama akuratnya dengan model yang asli.

Teknik baru ini terkait dengan Computed Temography. Namun alat berbasis temografi berukuran besar dan sangat mahal dan biasa hanya bisa digunakan di lingkungan yang aman.

Prof Scharf mengatakan, “Pendekatan kami aman dan murah, dan alternatif yang jauh lebih menarik untuk menghasilkan bentuk yang sempurna dengan biaya yang rendah, dan dengan menggunakan metode pengumpulan yang inovatif”.

Para peneliti akan mempresentasikan makalah meraka pada acara SIGGRAPH 2017 di Los Angeles, 30 Juli – 3 Agustus. Makalah mereka juga akan diterbitkan dalam jurnal ACM Transaction pada edisi Juli.

SIGGRAPH merupakan sebuah acara di mana para peneliti grafis komputer menunjukkan inovasi mereka serta teknik interaktif dari seluruh dunia.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement