Advertisement
Advertisement

Pria Australia Jadi Korban Tewas Ke-18 Akibat Ledakan Airbag

Anton Suhartono , Jurnalis-Senin, 24 Juli 2017 |10:55 WIB
Pria Australia Jadi Korban Tewas Ke-18 Akibat Ledakan <i>Airbag</i>
(Foto: Reuters)
A
A
A

SYDNEY - Seorang pria yang tewas di Sydney, Australia, baru-baru ini diyakini sebagai korban ke-18 akibat ledakan inflator airbag. Hasil pemeriksaan kepolisian menyebutkan bahwa korban meinggal dunia akibat lehernya terkena serpihan benda logam yang merupakan bagian dari komponen airbag. Saat itu ia mengendarai Honda CR-V.

Direktur Honda Australia Stephen Collins menyebut bahwa CR-V yang dikendarai korban merupakan unit yang masuk dalam daftar recall kendaraan.

"Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah Honda CR-V tahun 2007, bagian dari unit yang seharusnya di-recall akibat permasalahan pada airbag produksi Takata," kata Collins, seperti dikutip dari Reuters, seraya menambahkan pihaknya menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga mendiang.

Ia memastikan Honda akan bekerja sama dengan kepolisian setempat dan pihak terkait lainnya untuk memberikan informasi dan bantuan.

Permasalahan airbag Takata sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir. Lebih dari 100 juta mobil dari hampir 20 merek di seluruh dunia terkena dampak recall akibat permasalahan ini. Airbag dapat mengembang secara berlebihan atau meledak saat mobil mengalami kecelakaan. Ledakan itu disertai dengan lontaran benda logam yang bisa mengenai wajah, leher, dan dada pengemudi atau penumpang depan.

Korban tewas mencapai 18 orang dengan jumlah terbanyak berada di Amerika Serikat, lalu disusul Malaysia, dan yang terbaru di Australia.

Takata sendiri sudah menyatakan bangkrut pada bulan lalu karena harus menanggung biaya recall kendaraan. Dana yang dibutuhkan untuk mengganti komponen inflator airbag mencapai USD10 miliar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement