CALIFORNIA - Aditya Agarwal, orang yang masuk ke Dropbox dari akuisisi Cove pada 2012 dan diberi peran sebagai chief technology officer (CTO) tahun lalu, memilih hengkang dari perusahaan tersebut.
Dia mengumumkan kepergiannya di sebuah posting-an Facebook. Ia pergi dari Dropbox setelah lebih dari lima tahun bergabung dengan perusahaan cloud itu dan meninggalkan posisi CTO, yang baru 9 bulan ia jalani.
"Kami telah menempuh perjalanan jauh sejak saat itu. Kami memiliki lebih dari setengah miliar pengguna hari ini. Kami memiliki ratusan ribu pelanggan bisnis yang menggunakan produk kami untuk membuat tim dan perusahaan mereka lebih produktif. Kami telah memperluas lini produk kami melalui SmartSync, Dropbox Paper, dan banyak lagi," katanya dalam sebuah posting-an.
"Kami memiliki 12 kantor global dengan lebih dari 1.500 Dropboxers menakjubkan. Inilah ciri khas sebuah perusahaan yang dibangun untuk bertahan," lanjutnya.
Sejak bergabung dengan Dropbox pada 2012, perusahaan tersebut telah mengatakan bahwa mereka berhasil mencapai 500 juta pengguna, mencapai tingkat pelunasan sebesar USD1 miliar, dan terus mengejar pelanggan bisnis dengan agresif.
Selama ini, Dropbox makin bersaing dengan perusahaan seperti Box dan Microsoft sekaligus membuktikan dirinya sebagai produk unik dengan teknologi unggul.
"(Agarwal) membantu kami membangun dan mengembangkan tim teknik kelas dunia kami dan memainkan peran penting dalam membangun produk seperti Dropbox Business, Dropbox Enterprise, Dropbox Paper, dan Smart Sync," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Kami sangat berterima kasih atas semua yang telah dilakukannya untuk Dropbox. Aditya tetap menjadi teman dekat dan sekutu perusahaan, dan kami berharap yang terbaik untuk usaha masa depannya," lanjut pernyataan itu.
Dropbox telah secara agresif memperluas portofolio produk bisnisnya dalam beberapa bulan terakhir. Aplikasi catatan yang diluncurkan secara global pada awal tahun ini, terus memperbarui produk bisnisnya dan memulai perluasan jaringan.
Agarwal menyelesaikan tugasnya pada Juli di Dropbox dan akan pergi secara resmi pada pertengahan bulan depan, seperti dinukil dari laman Tech Crunch, Sabtu (22/7/2017).
(Dini Listiyani)