Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh, Ini Kisah Jatuh Bangun Telegram hingga Pemblokiran di Indonesia

Moch Prima Fauzi , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2017 |12:53 WIB
Duh, Ini Kisah Jatuh Bangun Telegram hingga Pemblokiran di Indonesia
(Foto: Android Headline)
A
A
A

JAKARTA - Belakangan ini aplikasi pesan instan Telegram mendadak heboh di Tanah Air. Hal itu tak lepas dari langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang memblokir layanan asal Rusia tersebut.

Telegram merupakan layanan perpesanan yang mirip dengan aplikasi WhatsApp yang telah lebih dahulu hadir. WhatsApp dirilis oleh dua orang sahabat Brian Acton dan Jan Koum pada 2010. Sementara Telegram dirilis oleh dua orang bersaudara Nikolai Durov dan Pavel Durov pada 2013.

Dua bersaudara tersebut sebelumnya juga sempat mendirikan layanan media sosial khas Rusia, VK, pada 2006. Namun setelah mendapatkan cukup popularitas, Nikolai dan Pavel akhirnya menjual layanan VK pada Mail.ru Group.

Setelah itu, mereka kembali berkolaborasi membangun Telegram. Jika Nikolai Durov bertugas menciptakan sistem yang dinamakan MTProto untuk basis perpesanannya, maka Pavel Durov memiliki peran dalam menyediakan dukungan finansial dan infrastruktur. Ia juga menggandeng Axel Neff sebagai pendiri ketiga Telegram.

Setelah diluncurkan pada 2013, Telegram kemudian berhasil mendapatkan jumlah pengguna yang cukup signifikan. Pada Oktober di tahun yang sama, aplikasi tersebut telah memiliki 100.000 pengguna harian yang aktif. Belum genap setahun atau pada Maret 2014, jumlahnya meningkat jadi 15 juta pengguna aktif harian atau 35 juta per bulan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement