Tuntunan lalu bergerak menjadi generasi Kijang dengan full press body tanpa dempul, hingga kini menjadi Kijang Innova.
"Kijang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan industri automotif dan potret perkembangan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Metamorfosa Kijang dari bentuk yang sangat sederhana di tahun 70-an menjadi kendaraan berkualitas global seperti sekarang ini menjadi cerminan bahwa kondisi sosial ekonomi serta kapabilitas industri di negeri ini meningkat pesat selama 40 tahun terakhir," kata Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono.
Pada 1987 sekira 50 unit Kijang generasi ketiga dikapalkan untuk pertamakalinya ke luar negeri dengan negara tujuan Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan beberapa negara di Pasifik seperti Fiji, Vanuatu, dan Solomon. Saat itu, mobil masih diangkut menggunakan metode tradisional seperti jaring tali dan rantai untuk dinaikkan ke kapal laut serta harus berbagi pelabuhan sandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan komoditas ekspor-impor lain termasuk hewan ternak seperti sapi.
Kijang diekespor rata-rata 50 unit per bulan hingga 2013, lalu meningkat signifikan pada Kijang generasi kelima atau dikenal dengan Kijang Innova. Saat ini atau 30 tahun sejak ekspor perdana, volume dan negara tujuan ekspor Kijang Innova melonjak hingga ke kisaran 1.400 unit per bulan dengan 29 negara tujuan di Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania, dan Timur Tengah.
(Dian AF)