ABU DHABI – Uni Emirat Arab (UEA) berencana menarik sebuah gunung es dari Antartika untuk memecahkan masalah air minum di negaranya. UEA termasuk di antara 10 negara yang kekurangan air di seluruh dunia, namun memiliki tingkat konsumsi air per kapita tertinggi di seluruh dunia.
Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, National Advisor Bureau Limited (NABL) –sebuah perusahaan yang berpusat di Abu Dhabi– berencana menarik sebuah gunung es dari Antartika ke Fujairah, Emirat bagian timur, dan mengolahnya menjadi air minum.
Managing Director NABL, Abdullah Mohammad Sulaiman Al Shehi, mengatakan bahwa gunung es rata-rata mengandung lebih dari 20 miliar galon air atau sekira 75 miliar liter, yang cukup untuk 1 juta orang selama lima tahun,” katanya dikutip dari media massa berbasis UEA.
Namun, mengingat iklim di dalam dan sekitar UEA, berapa banyak air yang akan menguap menjadi pertanyaan yang kuat.
Dilansir IB Times, Senin (8/5/2017), kini gunung es tak mudah meleleh. Sekira empat per lima massanya biasanya di bawah air, di mana tak ada penguapan yang bisa terjadi.
Di sisi lain, massa es yang keluar dari air berwarna putih dan memantulkan cahaya dengan panas. Karena panas yang diserap lebih sedikit, ada sedikit kemungkinan kehilangan banyak gunung es yang menguap.
Tampaknya, proyek UEA merupakan sebuah jalan keluar karena perusahaan telah melakukan simulasi yang menunjukkan bahwa mereka berada dalam rute menuju kesuksesan berkat studi kelayakannya.