Mekanik lainnya, Simo, menilai aksi si kakek termasuk nekat. Tidak banyak orang berani melakukannya meski sepeda motor benar-benar dipastikan stabil.
"Itu yang punya motor saja belum tentu berani. Katakan motor saya disetel dia, kemudian dia melakukan aksi itu. Saya aja enggak berani ikut-ikutan seperti aksinya," ungkap pemilik bengkel 'Simo Ban' itu.
Menurut dia, jika hanya melepas tangan dari setang sebentar kemudian dipegang, itu merupakan hal yang wajar untuk mengetahui stabil atau tidaknya motor. Namun kalau aksi itu dilakukan dalam jarak yang panjang, maka itu sudah nekat.
Meski demikian, Simo mengapresiasi aksi Heru tersebut, terlepas dari risiko yang dihadapinya.
"Agak gila juga dia, tapi hebat. Belum tentu bengkel press body lain berani melakukan aksi seperti dia," tandasnya.
(Anton Suhartono)