CALIFORNIA - Reinkarnasi disebutkan memang nyata terjadi. Hal ini terkuak dari laporan yang muncul belum lama ini, di mana seorang ahli telah menghabiskan waktu selama 15 tahun untuk mewawancarai anak-anak yang diklaim bereinkarnasi.
Di bukunya yang berjudul Life After Life: A Scientific Investigation of Children's Memories of Previous Lives, Dr Jim Tucker mewawancarai 2.500 anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah bereinkarnasi seperti memiliki kenangan bahwa mereka tidak pernah mengalami atau memiliki bekas luka atau tanda lahir identik dengan orang yang diduga bereinkarnasi.
Psikiater dari University of Virginia mengatakan bahwa reinkarnasi dimungkinkan berkat energi kesadaran berada di kuantum, tingkat sub atom yang hanya terdapat dalam tubuh manusia, dan bukan bagian dari mereka (tubuh). Kesadaran di sini tetap menjadi misteri bagi para ilmuwan, dengan para peneliti terus berjuang untuk menjabarkannya.
Menurut beberapa ilmuwan yang sangat disegani, mekanika kuantum memungkinkan kesadaran untuk hidup mengikuti kehancuran akhir tubuhnya. Dr Robert Lanza menciptakan istilah ‘biocentrism’, yang merupakan teori bahwa kesadaran dilepaskan ke alam semesta melalui partikel sub-atom setelah kematian.
Dr Tucker telah mengadopsi teori ini, dan mengatakan bahwa aliran energi ini bisa menemukan inang baru. Berbicara kepada NPR, ia berkata, "Beberapa ilmuwan terkemuka di masa lalu seperti Max Planck, ayah dari teori kuantum mengatakan bahwa ia melihat kesadaran sebagai dasar dan materi yang berasal dari itu".
"Jadi dalam hal ini, itu berarti bahwa tidak akan selalu bergantung pada otak fisik untuk bertahan hidup, dan bisa berlanjut setelah otak fisik dan setelah mati. Dalam kasus ini, tampaknya, setidaknya sepintas, kesadaran kemudian menjadi melekat pada otak baru, dan telah muncul sebagai kenangan kehidupan masa lalu," tambahnya seperti dilaporkan Express.co.uk, Selasa (7/2/2017).
Salah satu orang yang diwawancarai merupakan anak muda bernama James Leininger, yang berusia dua tahun pada waktu itu, terobsesi dengan pesawat mainan, dan akhirnya mulai mengalami mimpi buruk di mana ia dalam kecelakaan pesawat.
"Pada siang hari, ia berbicara tentang kecelakaan pesawat itu dan mengatakan bahwa ia pilot, dan ia terbang dari kapal. Dan, ayahnya bertanya nama itu, dan ia berkata Natoma. Dan, ia mengatakan ia ditembak oleh Jepang; ia telah dibunuh di Iwo Jima; dan ia mempunyai teman di atas kapal bernama Jack Larsen. Nah, ternyata ada sebuah kapal induk dijuluki USS Natoma Bay yang ditempatkan di Pasifik selama Perang Dunia II. Bahkan pesawat itu terlibat dalam Iwo Jima," katanya.
"Dan itu kehilangan satu pilot, seorang pemuda bernama James Huston. Pesawat James Huston jatuh persis seperti yang James Leininger jelaskan, tertembak di mesin, meledak, menabrak air dan cepat tenggelam," tambahnya.
(Dini Listiyani)