CALIFORNIA - Semua layar TV lama, smartphone dan monitor komputer yang tak terpakai tentu akan dibuang di suatu tempat. Di Asia timur dan Asia Tenggara, sampah elektronik menumpuk pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Sebuah laporan baru telah menemukan bahwa jutaan ton limbah elektronik diciptakan selama lima tahun di wilayah yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan parah. Melihat 12 negara seperti Kamboja, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapure, Korea Selatan, Taiwan, Provinci China, Thailaind dan Vietnam, studi United Nations University menemukan, jumlah limbah elektronik yang dilemparkan keluar dari daerah antara 2010 hingga 2015 meningkat rata-rata 63%.
China, misalnya, lebih dari dua kali lipat limbah elektronik menjadi 6,7 ton dalam lima tahun, tapi Hong Kong, Singapura dan Taiwan merupakan yang tertinggi produsen per-kapita dari limbah elektronik ini, seperti dilaporkan Mashable, Selasa (17/1/2017).
Menurut laporan itu, Asia merupakan produsen terbesar di dunia dan konsumen elektronik. Hal ini disebabkan peningkatan volume limbah elektronik untuk peningkatan konsumen, tetapi juga jumlah gadget baru yang datang ke pasar dikombinasikan dengan siklus gadget cepat usang.
(Dini Listiyani)