JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini memang lebih murah dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Namun ada baiknya pengguna kendaraan tetap menjaga konsumsi bahan bakarnya agar tetap efisien. Membuat bahan bakar kendaraan irit bisa dilakukan dari sisi cara berkendara. Namun bisa juga menggunakan bantuan alat penghemat BBM. Saat ini, ada banyak alat penghemat BBM yang beredar di pasaran.
Beda merek beda pula bentuk alatnya. Pada umumnya alat tersebut tidak hanya menawarkan penghematan BBM saja tapi juga menambah performa mesin. Soal pemasangan alat, ada yang bisa dilakukan sendiri di rumah dan ada juga yang dibantu oleh teknisi dari penjual.
Pada prinsipnya, cara kerja yang ditawarkan masing-masing alat berbeda. Salah satu contohnya ada alat yang hanya dipasangkan ke aki mobil atau motor. Cara kerjanya yaitu dengan menstabilkan arus listrik yang datang dari regulator rectifier ke aki. Alat tersebut berfungsi untuk menyimpan arus listrik yang berlebih sehingga arus menjadi stabil. Arus listrik yang stabil dan besar membuat pembakaran semakin sempurna sehingga, selain tenaga bertambah dan busi lebih awet, bahan bakar yang dikeluarkan juga tidak boros.
Selain itu, ada juga alat yang dipasangkan ke saluran BBM. Cara kerjanya dengan memakai gelombang active ultra-magnetics. Gelombang itu dapat mengubah molekul BBM menjadi ion bermuatan positif yang mampu menyerap oksigen bermuatan negatif. Hasilnya, pembakaran menjadi sempurna sehingga performa mesin bertambah dan hemat bahan bakar.
Walaupun sudah banyak alat penghemat BBM di pasaran, namun belum tentu semuanya teruji dan berkualitas. Bahkan agen pemegang merek (APM) mobil maupun motor sampai sekarang tidak memberikan rekomendasi penggunaan alat penghemat BBM.
Hemat atau borosnya penggunaan BBM sebenarnya kembali lagi ke pemilik kendaraan. Rajin melakukan servis juga bisa menghemat BBM karena komponen kendaraan akan bekerja dengan baik. Selain itu, perilaku berkendara di jalan raya juga bisa menghemat penggunaan BBM. (san)
(Anton Suhartono)