Kemudian ilmuwan akan mendorong peserta dengan objek ketika peserta melihat tubuh orang asing sedang diperiksa pada layar. Arvid Guterstam, penulis utama studi ini mengatakan, "Dalam hitungan detik, otak menggabungkan sensasi sentuhan dan input visual dari perspektif baru, sehingga dalam ilusi memiliki tubuh asing dan terletak di posisi dalam ruangan. di luar tubuh peserta."
“Para ilmuwan kemudian menggunakan teknik pola pengenalan ke monitor aktivitas otak dan menemukan bahwa lokasi diri dianggap bisa diterjemahkan dari pola aktivitas dalam area khusus di lobus temporal dan perietal," isi dalam keterangan tersebut, sebagaimana dilaporkan Express, Selasa (30/8/2016).
"Sense dari tubuh yang terletak di suatu tempat di ruangan sangat penting untuk interaksi kita dengan dunia luar dan merupakan aspek fundamental dari kesadaran diri manusia. Hasil penelitian kami penting karena mereka mewakili karakteristik pertama dari area otak yang terlibat dalam membentuk pengalaman persepsi diri tubuh dalam ruang," tambah Guterstam.
(Dini Listiyani)