JAKARTA - Permasalahan klasik dari Sepeda motor yang sudah tidak diproduksi lagi oleh produsennya adalah sulitnya mendapatkan suku cadang. Jika menghadapi permasalahan ini, biasanya pemilik motor melakukan praktik kanibal atau menggunakan part dari sepeda motor lain baik yang masih satu merek maupun berbeda untuk dipasang ke motor yang rusak.
Kanibalisasi komponen sepeda motor sah-sah saja asal sama atau presisi dengan motor.
"Sah-sah saja, antarmerek pun hal itu bisa terjadi bergantung orangnya. Banyak juga yang pakai spare part merek motor lain," ujar Wedijanto Widarso, general manager technical service division Astra Honda Motor (AHM), di sela acara kontes mekanik AHASS tingkat nasional di Astra Honda Training Center, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (25/8/2016).
Lebih lanjut ia menerangkan, ada beberapa komponen di sepeda motor Honda yang sengaja dibuat sama antara satu model motor dengan lainnya. Ia mencontohkan, ada komponen pada Honda MegaPro yang sama dengan Verza. Di Honda, hal itu disebut dengan common part.
"Kanibal itu enggak apa-apa tapi nomor spare part-nya sama," tegas dia.
Hal senada diungkapkan Handy Hariko, department head technical training AHM. "Hal yang harus dilihat, kanibalisasi itu adalah tentang kesesuaian part atau dimensinya itu dulu," katanya.
Menurut Hendy, kanibalisasi komponen juga ada ruginya, apalagi bila salah dalam pemasangan.
"Kalau dimensinya tidak sesuai itu pasti masalah. Terus, di kemudian hari jika ingin menggantinya lagi dengan komponen asli pasti akan menemukan masalah soal presisi. Akhirnya mesti ganti semua komponen," pungkasnya. (san)
(Anton Suhartono)