Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Google Bikin Headset Mandiri Gabungkan AR & VR

Dini Listiyani , Jurnalis-Senin, 18 Juli 2016 |14:56 WIB
Google <i>Bikin Headset</i> Mandiri Gabungkan AR & VR
VR di Google (Foto: Engadget)
A
A
A

REDMOND - Belum lama ini, Google dilaporkan membunuh proyek virtual reality (VR) yang akan langsung bersaing dengan headset high-end seperti Oculus Rift. Meski begitu, nyatanya tim Google dilaporkan masih bekerja pada headset khusus.

Informasi tersebut keluar dari laporan Recode yang melaporkan Google telah membunuh proyek VR. Meski telah ditutup, sumber dalam perusahaan mengatakan, tim Google masih bekerja pada sebuah headset khusus yang mengaburkan garis antara virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).

Laporan Recode yang dilansir Engadget, Senin (18/7/2016), menyatakan bahwa sekira 50 karyawan yang bekerja di dalam laboratorium X menciptakan sebuah perangkat VR mandiri dengan sistem operasi yang unik yang telah dihapus. Sumber mengatakan kepada Engadget bahwa Google telah aktif menugaskan individu bekerja pada headset high-end dalam beberapa bulan terakhir.

Anggota tim telah diberitahu bahwa Daydream, platform VR mobile yang diresmikan di Google I/O pada Mei, bukan rencana panjang perusahaan untuk VR dan AR. Daydream merupakan fokus besar dalam Google, tentu saja dengan beberapa tim yang bekerja pada pengembanganya, tapi itu merupakan batu loncatan untuk sesuatu yang besar.

Di samping itu, sumber mengatakan, headset yang saat ini dalam pengerjaan tidak akan memerlukan komputer atau telefon untuk menjalankannya. Ia memang memiliki layar, akan menawarkan fitur yang lebih sesuai dengan sistem AR dari headset VR yang ada dan saat ini terfokus pada gaming. Sayangnya, tidak ada tanggal rilis untuk headset mandiri Google, tetapi ini bisa menjadi bagian penting dari rencana Google di masa depan.

The Wall Street Journal pada Februari melaporkan bahwa Google bekerja pada sistem VR mandiri. Jurnal tersebut juga mengungkapkan bahwa headset akan menggunakan ‘outward-facing camera’ dan chip Movidius untuk melacak gerakan kepala pengguna.

(Dini Listiyani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement