JAKARTA - Berdasarkan penjelasan dari Alquran surat An Naml ayat 18 yang berbunyi, "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari," (Qs: 27: 18).
Ayat tersebut menceritakan disaat Nabi Sulaiman AS akan melewati koloni semut, dan para semut tersebut berkomunikasi di antara para koloninya.
Dari ayat di atas, Alquran menjelaskan bahwa setiap hewan memiliki cara berkomunikasi yang tidak manusia sadari, seperti contohnya semut. Hanya saja karena pada saat itu, dan karena mukjizat yang dimilikinya, Nabi Sulaiman mampu mendengar dan mengerti apa yang diucapkan oleh semut-semut tersebut.
Hal tersebut tampaknya menjadi kerangka berfikir dari para ilmuwan modern tentang bagaimana semut-semut tersebut berinteraksi. Seperti dilansir dari Miracle of The Quran, Jumat (24/62016), semut memiliki kehidupan sosial yang teratur dan sebagai kebutuhan dari kehidupannya, memiliki cara komunikasi yang kompleks.
Semut-semut tersebut memiliki sensor di kepalanya yang memiliki muatan kimia dan sinyal visual yang dikirimkan dan dikenali kepada jutaan koloni semut lainnya. Otaknya sendiri memiliki setengah juta sel saraf yang terhubung ke mata majemuk, dan antena yang befungsi sebagai hidung dan alat peraba.