BOGOR - Chevrolet Trax merupakan salah satu mobil yang masuk dalam daftar program penarikan untuk dilakukan perbaikan oleh General Motors. Meski demikian, General Motors (GM) Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) mobil Chevrolet menyatakan, permasalahan tersebut tidak terkait langsung dengan safety. Crossover Trax di Indonesia hanya akan menjalani update software.
Dadan Ramadhani, director customer care GM Indonesia mengatakan, pemilik Chevrolet Trax di Indonesia tak perlu khawatir dengan kabar tersebut.
"Kami menyebutnya software update dan hanya spesifik di beberapa negara saja. Saya sudah cek dan di kita enggak ada untuk yang ini (recall). Jadi konsumen diminta meng-update software di dalam mobil. Ini ada di diler, untuk program atau install (software) cuma lima menit," ujar Dadan, di Bogor, Jawa Barat, Rabu 22 Juni 2016 malam.
Senada dengan Dadan, Chevrolet External Affairs and Public Relations Director GM Indonesia Yuniadi Haksono mengatakan, mobil yang dijual di negara satu dengan yang lain berbeda. Sehingga jika ada program seperti ini belum tentu berdampak langsung ke negara lain.
"Namanya bukan recall. Ini service update saja. Setiap kendaraan, termasuk Chevy Trax, punya software berbeda antara satu negara dengan negara lain. Contoh di Indonesia penganut standar Euro2 tapi di negara lain Euro4. Khususnya dalam hal ini setting dari software sendiri berbeda-beda. Dan ini bukan recall cuma setting yang dilakukan pada saat service update. Enggak ada kaitan dengan safety atau safety recall. Tapi kami akan tetap terus memonitor, terutama berkaitan dengan kepuasan pelanggan," tambahnya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, General Motors mengeluarkan program pengecekan untuk tiga produknya, Chevrolet Trax, Spark, dan Sonic. Mobil-mobil yang terkena program ini adalah produksi 2015-2016 untuk Chevrolet Sonic serta 2013-2015 untuk model Spark dan Trax.
Penarikan dilakukan karena adanya permasalahan pada alarm peringatan saat pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman dan ketika meninggalkan kunci kontak sementara pengemudi sudah keluar dari kendaraan.
(Anton Suhartono)